Breaking News
Jabar News kembali menghadirkan berita terpopuler seputar Jawa Barat, mulai dari perkembangan politik, ekonomi, hingga kisah inspiratif masyarakat. Dengan liputan aktual dan mendalam
Indosat Indosat Indosat

Anugerah KPID Jawa Tengah 2025, Wujud Apresiasi Insan dan Lembaga Penyiaran

Indosat

Jepara – Anugerah KPID Jawa Tengah 2025 Jadi Panggung Besar Penyiaran Daerah, 365 Karya Bersaing Ketat dalam Perayaan Penyiaran Tangguh dan Inovatif

Warta Jawa – Malam Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah 2025 menjadi salah satu momentum terbesar bagi dunia penyiaran daerah di Indonesia. Bertempat di Pendapa Kabupaten Jepara, Jumat (31/10/2025) malam, ajang bergengsi tahunan ini kembali digelar untuk memberikan apresiasi mendalam kepada insan dan lembaga penyiaran—baik radio maupun televisi—yang telah berkontribusi besar dalam menjaga kualitas, etika, dan keberagaman informasi di Jawa Tengah.

Indosat

Perhelatan tahun ini mengusung tema “Penyiaran Tangguh, Inovatif, dan Adaptif untuk Jawa Tengah Maju”, sebuah tagline yang mencerminkan upaya seluruh lembaga penyiaran untuk terus relevan di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat.

Total 19 kategori penghargaan diperebutkan oleh 365 karya siaran terbaik dari berbagai daerah, mulai dari Semarang, Solo, Purwokerto, Tegal, Pati, Kudus, Magelang, Temanggung, hingga wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Selain itu, KPID juga menyiapkan sembilan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi tambahan bagi tokoh, lembaga, dan program penyiaran yang dinilai memiliki kontribusi yang luar biasa dalam setahun terakhir.


KPID Tegaskan: Ini Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Wujud Perjuangan Menjaga Ruang Siaran Bersih dan Bermartabat

Ketua Panitia Anugerah KPID Jawa Tengah 2025, M. Nur Huda, menyampaikan bahwa ajang ini bukan hanya panggung penghargaan, melainkan laboratorium besar bagi peningkatan kualitas penyiaran di Jawa Tengah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyiaran adalah garda terdepan yang membentuk opini publik dan menjadi barikade melawan informasi menyesatkan.

“Anugerah KPID Jawa Tengah bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi momentum kolektif untuk memperkuat penyiaran lokal yang berintegritas. Di tengah derasnya arus digitalisasi, lembaga penyiaran kita harus tetap adaptif tanpa mengorbankan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan budaya Jawa Tengah,” ujar Huda.

Ia menjelaskan bahwa 365 karya yang masuk tahun ini menunjukkan tanda bahwa dunia penyiaran lokal masih produktif, kreatif, dan terus berkembang. Mulai dari laporan investigasi, liputan mendalam budaya, program edukasi, hingga hiburan yang sehat—semuanya melewati proses seleksi yang ketat oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi media, dan tokoh penyiaran.

“Kami ingin memberikan penghargaan bagi mereka yang tidak hanya bekerja mengudara, tetapi juga memperjuangkan informasi yang benar, mendidik, serta memberikan ruang bagi keragaman budaya dan suara masyarakat,” lanjutnya.


Jepara Menjadi Tuan Rumah, Pemerintah Daerah Tekankan Pentingnya Penyiaran Sehat

Dipilihnya Jepara sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kabupaten pesisir utara Jawa Tengah ini dikenal sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung perkembangan media lokal. Bupati Jepara dalam sambutannya menekankan bahwa penyiaran yang sehat adalah fondasi daerah yang kuat, terutama dalam menjaga harmoni sosial.

“Penyiaran berperan penting dalam membentuk karakter masyarakat. Ketika konten bermutu diperbanyak, maka kualitas pemikiran publik juga ikut meningkat,” ujar perwakilan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Pendapa Jepara yang ikonik itu malam itu berubah menjadi ruang apresiasi yang penuh semangat. Pelaku industri radio dan televisi dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah hadir dalam balutan suasana hangat dan penuh kebersamaan.


Karya Penyiaran Tahun Ini Semakin Beragam: Dari Isu Lingkungan hingga Pelestarian Budaya

KPID Jawa Tengah mencatat bahwa karya-karya pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi variasi tema. Beberapa tema yang mendominasi antara lain:

  • Isu lingkungan dan perubahan iklim
    Termasuk liputan soal abrasi pesisir, pengelolaan sampah, dan edukasi mitigasi bencana.

  • Pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal
    Banyak program radio dan TV daerah menyoroti kebangkitan usaha warga di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi.

  • Pelestarian budaya dan tradisi Jawa
    Karya audio-visual mengenai karawitan, kerajinan, ukir Jepara, wayang, hingga ritual lokal mendapat apresiasi tinggi.

  • Kesehatan masyarakat dan pendidikan literasi media
    Penyuluhan tentang kesehatan ibu-anak, gizi, dan pemberantasan hoaks menjadi salah satu fokus utama program layanan publik.

Beragamnya tema menunjukkan bahwa lembaga penyiaran di Jawa Tengah tidak sekadar menciptakan hiburan, melainkan menjadi penyambung lidah kepentingan masyarakat, tempat edukasi publik, hingga media kontrol sosial yang efektif.

Indosat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *